gravatar

Aku Untuk Negeriku

Dalam suatu waktu dihari yang lampau, kulihat moto semboyan yang terpampang di dinding kelas, "Jangan kau tanyakan apa yang telah diberikan negerimu untukmu, tetapi tanyakanlah apa yang sudah kau berikan untuk negerimu".
Sebuah motivasi klise yang telah dilupakan, sedemikian hingga saat aku sebesar ini, aku baru mengingatnya kembali.
Dalam momen yang lain, aku teringat sebuah pertanyaan yang diajukan oleh guruku sewaktu awal masuk bangku sekolah.
"Nak, apa cita-citamu kelak ? Kau ingin menjadi apa ?"
Momen-momen tersebut telah berusia puluhan tahun, selama itu pula kehidupan yang telah dilalui sehingga hal-hal tersebut tidak lagi teringat dalam sanubari.

Semua ini berawal dari sebuah peristiwa yang terjadi di suatu daerah di negeri tercinta ini. Dengan atas nama perbaikan, nilai-nilai luhur diabaikan.
Peristiwa meninggalnya seorang tokoh masyarakat akibat dari imbas kepentingan pihak tertentu yang berniat membawa nilai-nilai kebenaran dalam ukurannya sendiri.
Dalam hal ini, tidaklah perlu lagi mencari, pihak siapa yang harus dipersalahkan, karena tolak ukur sebuah nilai kesalahan akan senantiasa didapati dari diri setiap manusia, sehingga urusan tersebut mustahil terselesaikan.

Setiap orang tentunya mempunyai kepentingan, dan setiap kepentingan membawai sebuah kebutuhan tersentu. Kebutuhan orang antara orang yang satu dengan orang lain tentulah berbeda, demikian pula kepentingannya.

Maka adalah hal bijak, memadukan kepentingan dan kebutuhan antara satu dengan yang lain, sehingga tidak terjadi saling tumpang tindih.
Ingatkah ? Sedari kecil kita diajari, untuk mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan atau pihak kelompok.

Dalam kasus sederhana, kerja bakti desa lebih diutamakan daripada kegiatan tamasya, maka apabila rencana kita hari ini adalah keluar rumah untuk bersenang-senang, sedang di desa sedang ada kegiatan karang taruna, maka hendaknya kita menunda acara tamasya guna bergabung dengan warga untuk melaksanakan bersih desa.
Kasus-kasus sederhana tersebut yang sudah sangat jarang ditemui, kecuali Anda hidup di kampung atau pedalaman. Nilai-nilai luhur yang sudah tidak membekas dalam hati sanubari, setidaknya ini yang terjadi dalam peristiwa meniggalnya tokoh masyarakat yang dimkasud.

Apabila masing-masing mau menahan diri
dan tidak mengedapankan "atas nama pribadi"
tentunya hal tersebut tidak akan terjadi
Tapi ironi telah berlalu dalam selang hari
dan kesedihan bagi yang ditinggalkan seolah tidak dapat tertutupi.

Berkaca dari sebuah hal sehingga kita bisa memetik pelajaran dari hal tersebut, supaya keburukan tidak terjadi dalam hal kemudian.
Menjadi orang baik dan berusaha untuk menjadi yang terbaik, dari masing-masing orang untuk bidang yang digeluti.
"Itulah cita-citaku guruku"
Setelah puluhan tahun baru kutemui jawabannya.
Dan dengan ini pulalah modal utama yang harus diusung untuk sebuah hal besar seperti moto semboyan diatas.

Untuk membangun negeri, tidaklah dituntut bagi setiap orang harus menjadi pejabat, menteri, bangsawan, atau orang besar lainnya.
Namun yang dibutuhkan adalah seseorang menjadi yang terbaik bagi dirinya (dalam kacamata umum).
Karena membangun negara membutuhkan banyak komponen, maka menjadi salah satu komponen (siapapun, walaupun penjaja makanan di pinggir jalan sekalipun) adalah merupakan komponen penting dalam membangun bangsa.
Yang bisa dilakukan adalah menggeluti apa yang kita bisa, berusaha sebaik mungkin dalam bidang tersebut, dan mengajarkan apa yang kita punyai tersebut kepada orang lain, sehingga akan tersa manfaatnya bagi bersama.

namun,

Aku bukanlah seorang dokter, yang bila itu terjadi padaku maka aku akan memberikan pelayanan medis yang menyeluruh kepada pasien, tidak membeda-bedakan antara yang kaya ataupun miskin, baik fisik maupun psiko-sosialnya, memberikan pelayanan sebagai pengabdian sepenuhnya kepada masyarakat, menjaga hak-haknya, melindungi kepercayaannya, dan melayani sebagai bentuk penjagaan kenyamanan dan kesehatan masyarakat pada umumnya.

Aku bukanlah seorang guru, yang bila itu terjadi padaku maka aku akan membimbing anak didik seutuhnya untuk menjadi generasi penerus bangsa, meningkatkan profesionalisme diri sebagai jiwa pendidik sehingga memahami peningkatan mutu dan kemampuan anak didik adalah hal utama dalam pendidikan, menjaga etika sebagai seorang guru yang menjadi suri tauladan bagi yang lain.

Aku bukanlah seorang pejabat, yang bila itu terjadi padaku maka aku akan bersikap adil, menjauhkan sikap sewenang-wenang, arogan, bersikap serakah yang menyengsarakan rakyat dan berpikir bahwa posisi dan kesusesan merupakan sebuah kemenangan, menjauhkan sifat pilih kasih dan tebang pilih dalam penegakan hukum, berhati-hati dalam mengangkat pejabat yang berperilaku zalim, korup dan hanya mengabdikan diri pada pemerintahan despotik dan menindas.

...........

dan,

Aku adalah seorang blogger, dan yang itu terjadi padaku, maka aku bertanggung jawab atas apa-apa dalam tulisanku. Namun, itu sungguh terlalu berat bagiku.

memori : abdul aziz angkat, inna lillah wa inna ilaihi rojiun

gravatar

dia udah meninggal ta??

mas udah tak link kiy.

gravatar

iya! Setuju! Idelisme yang luhur dan kejujuran memang seharusnya dimiliki oleh setiap orang untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Tapi, di jaman sekarang banyak orang yang jujur malah jadi ajur!
Jadi gimana dong?

gravatar

pokonya hidup jgn dibikin pusing, asal ada kemauan dan tekad yg sungguh2, kita pasti akan mencapai apa yg kita harapkan(tentunya hal yg positif), dan jgn lupa jg sama Allah SWT, truslah berdoa dan jalanin perintahnya.., gak usah ngomongin orang,ga usah susah payah mau ngrubah sifat org, yg hrs kita rubah diri kita sendiri aja dulu..InsyaAllah klo masyarakat Indonesia sadar untuk merubah dirinya sendiri menjadi yg lebih baik, negara ini akan maju dan ga ada lagi ribut2 yg ga jelas, ya mudah2an..amiinn.....

gravatar

Yang terpenting itu :

Jangan berbohong, Jangan mencuri, Jangan menyakiti orang maka kita akan menjadi orang yang lebih baik.

gravatar

just blog walking, http://computerset.co.cc

gravatar

Iya pokok nya yg penting kita jujur thx dah mampir

gravatar

terima kasih dah berkunjung bang admin.

gravatar

Jujur diatas segalanya, termasuk jujur pada diri sendiri.

gravatar

"Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan golongan dan pribadi" kalimat itu sering kubaca dan kudengar waktu sekolah. pelajaran yang hanya menjadi sebuah mata pelajaran di sekolah, tidak diterapkan. Kini, manusia indonesia lebih melihat ke dalam pribadi masing-masing, melupakan nilai leluhur [terkadang, mungkin aku termasuk diantaranya].

Sebagai seorang 'calon' dokter dan manusia biasa, aku pun berharap bisa memberikan perawatan tanpa diskriminasi. Tapi, dalam kedokteran, diskriminasi tidak bisa hanya dilihat dari segi 'sosio-ekonomi' saja, penyakit yang diderita seseorang juga bisa menimbulkan diskriminasi, karena jika tidak ada perbedaan [lebih tepatnya, pencegahan] penyakit itu akan menular ke orang lain. jadi, ada batasan untuk istilah 'diskriminasi' dalam kedokteran. Seorang dokter harus tahu kapan harus melakukan pencegahan sebenar-benarnya, bukan sebagai bentuk diskriminasi.

that's all... ^_^

gravatar

@perempuan
yup

@oktavianidewi
kebaikan memang kadang terkalahkan oleh kejahatan yang terorganisir, oleh sebab itu bagi pengusung kebaikan, jangan sampe kalah manajemennya.

@poedjie
selalu optimis dan tetap semangat !!

@Balisugar
hal itulah yang perlu dipupuk sedini mungkin dan jangan beri kesempatan untuk tindak kecurangan

@iphin kool
terima kasih, punya Anda juga

@kota dingin
tetap mantap

@computer hardware
jangan segan-segan untuk kembali berkunjung

@Yanti
jujur bukan berarti ajur

@kota dingin
keduaxx nih

@Suster Gila
agak susah ya, namun bukan mustahil untuk dilakukan

@dH!ni
Mengkondisikan lingkungan agar sesuai dengan yang diharapkan, bila tidak berbuat sendirian alangkah baiknya dilakukan secara berjamaah apalagi bidang yang sesuai dan kemampuan yang memadai untuk itu. thz..

gravatar

ini lah yang dibutuhkan oleh negara kita..
pinter, jujur dan bijaksana.

gravatar

Semoga kejadian serupa tidak pernah terulang kembali selamanya. Mengingat peristiwa itu sy jadi malu, karena saya lahir di Medan, karena sy lahir di Indonesia.

Kita mulai dari Blogger!
Blogger anti kekerasan!
Blogger cinta damai!